Berita

SEJUMLAH 20 SMK BERUBAH STATUSNYA MENJADI BLUD
23 Jan 2019, 01:31:00 PM - Oleh : kuntoro

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan mengubah 20 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) agar bisa mengelola keuangannya secara mandiri demi kepentingan pengembangan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman mengatakan bahwa 20 SMK yang ditunjuk ini sudah memiliki core business (usaha) yang jelas dengan omzet rata-rata per tahun bisa di atas Rp 600 juta.

"Nantinya SMK BLUD ini sekaligus menjadi teaching factory, jadi tempat belajar sekaligus praktik para siswanya," jelasnya.
Saiful Rachman menambahkan dengan berubahnya status menjadi BLUD, maka sekolah-sekolah memiliki kebebasan untuk berusaha.

Tetapi pengelolaan manajemen keuangannya tetap akan dipantau oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Adapun uang hasil dari pengembangan usaha tidak akan dimasukkan ke kas negara, seperti lembaga milik Pemerintah Provinsi yang berstatus BLUD.

Saiful Rachman menegaskan bahwa perubahan status BLUD ini membuat sekolah-sekolah tersebut tidak akan mendapatkan dana bantuan dari APBD. "Kecuali Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," tegasnya.

Program ini sudah diluncurkan pada akhir Oktober 2018. Soal ada penambahan SMK berstatus BLUD, masih menunggu pelaksanaan di 20 sekolah.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ke-20 SMK itu tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur seperti SMKN 5, SMKN 1 dan SMKN 6 (Surabaya), SMKN 2, SMKN 4 dan SMKN 3 (Malang), SMKN 1 Panji (Situbondo).

"SMKN 1 Panji ini sudah punya hotel sendiri dan animo pasarnya cukup tinggi dengan omzet mencapai Rp1 miliar," puji Saiful Rachman.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Dono mengatakan program ini harus didukung karena memberi pengalaman langsung kepada siswa-siswinya. Dia meminta sekolah yang berstatus BLUD tidak hanya memikirkan bisnisnya saja.

"Jadi orientasinya tetap untuk pendidikan, bukan bisnisnya," ujarnya.

Agus Dono mengatakan SMK BLUD ini diharapkan tidak lagi meminta uang sumbangan kepada orang tua siswa, apalagi sampai memberatkan. Dia menyarankan agar sekolah lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan.

"Tapi tentu saja kalau memang ada kesepakatan dari komite sekolah soal sumbangan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya harus dibahas dengan dewan, jangan sampai memberatkan orang tua siswa. Bila perlu SPP-nya lebih murah,".



Konten 2 kolom bawah

Copyright © 2012-2019 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur | SEJUMLAH 20 SMK BERUBAH STATUSNYA MENJADI BLUD All Right Reserved.