IKM Tahap 4 Digelar, Kadindik Minta Wakasek Ramu Kurikulum Bentuk Siswa Cerdas Berkarakter

IKM Tahap 4 Digelar, Kadindik Minta Wakasek Ramu Kurikulum Bentuk Siswa Cerdas Berkarakter

Dinas Pendidikan Jawa Timur

Pemantapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang menyasar Wakil Kepala Sekolah SMA bidang Akademik terus dimatangkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Pada tahap ke 4 ini, pelatihan masih difokuskan pada strategi peningkatan literasi, numerasi, dan iklim keamanan sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Ini menjadi sangat krusial dalam meningkatkan capaian Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan.

Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para pendidik tentang strategi peningkatan literasi dan numerasi serta implementasinya dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Sasarannya pun untuk 114 peserta wakasek berasal dari SMAN yang mengalami penurunan capaian literasi, numerasi, dan iklim keamanan sekolah.

Dalam sambutannya Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyebut, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin luar biasa. Guru dihadapkan pada kecanggihan digital yang mana siswa bisa mendapat akses informasi dari mana saja.

"Nah ini tugas wakil kepala sekolah, bagaimana meramu kurikulum sehingga berdampak pada siswa yang membutuhkan skill dan softskill yang berdampak pada mereka. Karena siswa generasi Z ini cepat dalam mengakses informasi. Namun, jika tidak dibarengi dengan pendampingan bapak-ibu guru ini akan menjadi boomerang bagi mereka," jelasnya dalam pembukaan pelatihan di Hotel Montana Batu, Senin (27/5) malam.

Karenanya, jika guru tidak memiliki kesadaran dalam mengupgrade diri, dan menyiapkan kurikulum yang matang termasuk penguatan literasi dan numerasi maka ilmu yang guru sampaikan tidak akan berdampak pada siswa.

Pj Wali Kota Batu ini juga mengutip kalimat Presiden Jokowi di mana apapun produk digital yang berkembang, guru tetap akan menjadi peran utama dalam pendidikan. Artinya kebutuhan upgrade diri menjadi hal utama yang harus terpenuhi guru.

"Apa yang menjadi tantangan kedepan, bahwa generasi kedepan harus disiapkan dengan matang oleh guru melalui Konsep merdeka belajar yang meliputi inovasi, kreatifitas ini harus menjadi produk guru. Karena tidak jaman lagi mengajar konvensional. Mereka memanfaatkan era digital. Berbagai informasi mudah diakses oleh mereka, dan guru harus hadir dalam pendampingan ini," sebutnya.

Karenanya, Aries berharap 104 peserta dapat mengubah metode pembelajaran. Mengingat peran sebagai Wakasek harus pandai-pandai mengatur dan menyiapkan metode pembelajaran untuk guru agar bisa kreatif dan inovatif.

"Kalau ingin anak-anak melanjutkan ke pendidikan tinggi ini menjadi tugas bersama. Kita berharap ilmu-ilmu kita dapat dimanfaatkan untuk meramu generasi emas kedepan. Harus bangkit dan menyiapkan generasi kita. Saya harapkan kita semua punya peran penting karena ujung tombak pendidikan ada di tangan guru-guru. Dan anak-anak bisa menjadi penerus generasi yang diharapkan. Karena mencerdaskan anak-anak kita dan membentuk akhlak mereka juga menjadi tugas kita bersama," tegas Aries.

Sementara itu, ditambahkan Kabid SMA Dindik Jatim, Suhartatik, selain pematanpan IKM, pelatihan ini membahad soal penggunaan konsep Matematika dalam situasi nyata, model program anti-bullying dan keamanan sekolah, model program budaya sekolah yang inklusif dan responsif, telaah isi Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Implementasi Kurikulum pada Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, serta penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang mengintegrasikan literasi, numerasi, dan iklim keamanan sekolah.

"Tujuannya adalah untuk membekali para pendidik dengan kesiapan untuk melakukan transformasi Satuan Pendidikan," imbuh dia.

Adapun pemateri berasal dari BBPMP, Dosen Universitas Negeri Malang, Ditjen PAUD Dikdasmen dan Tim Pengembang Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.